SMK Negeri 4 Sampit kembali menggelar kegiatan akademik penting dalam rangka persiapan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) 2025. Workshop ini berlangsung pada tanggal 20, 21, dan 24 Februari 2025 dengan fokus utama pada penyusunan modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) serta penyusunan instrumen penilaian Uji Kompetensi Keahlian (UKK). Kegiatan ini melibatkan para guru, tenaga kependidikan, dan pemangku kepentingan lainnya dalam dunia pendidikan.
Sebagai bagian dari implementasi P5, workshop ini menghadirkan pelatihan menganyam rotan dengan tema Gaya Hidup Berkelanjutan. Pelatihan ini dipandu oleh Bapak Yusran, seorang guru dan juga pengrajin rotan yang berpengalaman dalam bidangnya. Peserta workshop yaitu guru-guru yang merupakan koordinator dan fasilisator dari kegiatan P5 di SMK Negeri 4 Sampit diajak untuk memanfaatkan limbah rotan yang banyak tersedia di Kota Sampit menjadi berbagai produk fungsional seperti gelang, keranjang, tempat tisu, dan berbagai kerajinan lainnya.








Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengalaman langsung kepada peserta tentang cara mengelola dan mengolah bahan baku yang melimpah menjadi barang bernilai ekonomi tinggi dan juga nantinya akan di praktekan dengan siswa saat kegiatan P5. Selain itu, proyek ini diharapkan mampu menanamkan kesadaran kepada siswa dan guru tentang pentingnya gaya hidup berkelanjutan serta pemanfaatan sumber daya lokal secara maksimal.
Selain penyusunan modul P5, workshop ini juga membahas strategi dalam penyusunan instrumen penilaian untuk Uji Kompetensi Keahlian (UKK). UKK merupakan bagian penting dalam menilai kesiapan siswa dalam bidang keahlian yang mereka pelajari di SMK. Oleh karena itu, workshop ini menjadi momen penting bagi para pendidik untuk merancang instrumen penilaian yang objektif, valid, dan sesuai dengan standar industri.






Kegiatan ini berlangsung secara interaktif, di mana para peserta berdiskusi mengenai berbagai metode penilaian yang dapat diterapkan sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. Dengan adanya instrumen penilaian yang lebih terstruktur, diharapkan proses UKK di tahun 2025 dapat berjalan lebih sistematis dan memberikan hasil yang lebih akurat dalam menilai kompetensi siswa.
Workshop ini menjadi langkah konkret dalam mempersiapkan implementasi KSP 2025 yang lebih matang dan berbasis pada kebutuhan peserta didik serta perkembangan industri. Dengan adanya modul P5 yang berbasis pemanfaatan limbah rotan serta penyusunan instrumen penilaian UKK yang lebih terstruktur, SMK Negeri 4 Sampit terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan yang berorientasi pada keterampilan, keberlanjutan, dan relevansi dengan dunia kerja.
Semoga hasil dari workshop ini dapat memberikan manfaat besar bagi seluruh warga sekolah serta membuka peluang lebih luas bagi peserta didik dalam mengembangkan keterampilan dan wawasan mereka.