
Sebanyak 25 siswa didampingi oleh satu orang guru perwakilan dari SMKN 4 Sampit turut serta dalam agenda Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh UPTD Museum Kayu Sampit, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kotawaringin Timur. Acara ini berlangsung pada hari Rabu, 16 September 2026, mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB bertempat di Museum Kayu Sampit.
FGD ini mengangkat tema utama "Museum yang Humanis". Kegiatan ini diinisiasi sebagai langkah pengembangan peran dan fungsi Museum Kayu Sampit agar makin terbuka sebagai ruang edukasi, kebudayaan, serta interaksi bagi masyarakat luas, khususnya kalangan pelajar dan generasi muda.
Dalam forum diskusi interaktif ini, para pelajar SMKN 4 Sampit diajak aktif menyampaikan gagasan, pandangan, serta pengalaman mereka terkait museum. Diskusi difokuskan untuk menggali apa saja kebutuhan dan preferensi anak muda terhadap museum saat ini—mulai dari tata pameran, integrasi teknologi informasi, hingga konsep tur edukasi yang ramah dan menyenangkan.
Kepala UPTD Museum Kayu Sampit, Dwi Astuti Wardani, S.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa masukan dari para pelajar sangat penting guna menciptakan pengalaman kunjungan yang tidak hanya sarat edukasi sejarah dan budaya lokal, tetapi juga relevan dan memikat bagi Gen Z.
Pihak SMKN 4 Sampit menyambut hangat undangan dan kesempatan ini. Keikutsertaan para siswa diharapkan dapat memperluas wawasan kebudayaan lokal, melatih keterampilan berpikir kritis serta kemampuan berbicara di forum publik.
Selain itu, keterlibatan aktif siswa diharapkan menjadi jembatan agar generasi muda Kotawaringin Timur kian bangga dan peduli terhadap pelestarian warisan budaya serta sejarah perkayuan yang menjadi identitas daerah.
Kegiatan FGD berjalan dengan lancar, komunikatif, dan penuh antusiasme. Hasil dan gagasan yang dirumuskan dalam diskusi ini nantinya akan menjadi salah satu bahan rujukan pengembangan program dan fasilitas Museum Kayu Sampit ke depan.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini