Dunia vokasi menuntut satu hal yang pasti: keterhubungan nyata dengan industri. Berkomitmen mewujudkan lulusan yang terampil, berkarakter, dan berdaya saing global, SMK Negeri 4 Sampit kembali mengambil langkah konkret melalui agenda penguatan kemitraan industri dan pembelajaran kepariwisataan langsung di Hotel Mercure Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat.
Kunjungan dan program edukatif ini bukan sekadar studi lapangan biasa. Para peserta didik Program Keahlian Kepariwisataan SMKN 4 Sampit diajak menyelami denyut nadi industri perhotelan bintang empat berskala internasional di bawah naungan Accor Group. Di sini, batas antara ruang teori di sekolah dan dinamika nyata di tempat kerja dileburkan menjadi satu pengalaman yang sarat wawasan.
Sepanjang program, siswa dan jajaran pendidik disambut hangat oleh manajemen profesional Mercure Pangkalan Bun. Para siswa mendapatkan pembekalan komprehensif, mulai dari etika pelayanan tamu (grooming & hospitality manners), manajemen front office, seluk-beluk housekeeping, hingga standar operasional penyajian makanan dan minuman (food & beverage service).
Melihat dan merasakan langsung ritme kerja di hotel berbintang memberikan lonjakan pemahaman tersendiri bagi para siswa. Standar keramahan (service excellence) yang selama ini dipelajari melalui buku teks kini disaksikan langsung praktiknya dari para praktisi berpengalaman.
Kepala SMK Negeri 4 Sampit menegaskan bahwa agenda ini adalah manifestasi nyata dari kurikulum link and match antara SMK dan Dunia Usaha serta Dunia Industri (DUDI).
"Kami tidak ingin siswa hanya menjadi penonton perubahan. Melalui kemitraan strategis dengan Hotel Mercure Pangkalan Bun, kami membuka jalan bagi anak-anak kami untuk menyerap standar industri tertinggi sejak dini. Ini sekaligus fondasi awal untuk program Praktik Kerja Lapangan (PKL) hingga peluang penyerapan kerja bagi lulusan kami kelak," ungkap pihak sekolah.
Manajemen Hotel Mercure Pangkalan Bun pun mengapresiasi inisiatif proaktif SMKN 4 Sampit. Kemitraan ini dipandang sebagai simbiose mutualisme: sekolah menyiapkan bibit talenta unggul daerah, sementara industri menyediakan panggung aktualisasi dan standar kerja modern.
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan ini, SMK Negeri 4 Sampit kian mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu barometer sekolah kejuruan progresif di Kotawaringin Timur. Semangat belajar yang terpancar dari senyum dan antusiasme siswa selama di Pangkalan Bun menjadi bukti: ketika pendidikan vokasi bersanding selaras dengan industri kelas atas, cita-cita masa depan bukan lagi angan, melainkan jalur karier nyata yang siap diraih.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini